Darul Arqam bin Abil Arqam, Markas Dakwah Pertama Umat Islam

Orang-orang yang memeluk Islam pada awal kemunculannya, kebanyakan dari kalangan pemuda. Sahabat termuda yang masuk Islam saat itu di antaranya Ali bin Abi Thalib dan Az Zubair bin Al Awwam, di usia 8 tahun, yang lain ada yang belasan tahun seperti Thalhah bin 'Ubaidillah (11 tahun) dan Al Arqam bin Abil Arqam (16 tahun, ada yang menyebutkan 21 tahun). Yang disebut terakhir adalah sahabat yang paling berjasa dalam melindungi 40 orang muslim pertama (assabiquunal awwalun) di masa dakwah Rasulullah secara sembunyi-sembunyi.
Mekkah Tempo Dulu
Al Arqam bin Abil Arqam berasal dari salah satu klan terpandang dari suku Quraisy, yaitu Bani Makhzum.Setelah masuk Islam, beliau berinisiatif meminjamkan rumahnya untuk menjadi markas dakwah Rasulullah. Aktivitas belajar mengajar tentang Islam bisa berjalan di rumahnya dengan aman, tanpa ada gangguan dari kaum Quraisy. Kemungkinan, sebagian besar kafir Quraisy, terutama kerabatnya sendiri, Abu Jahal, tidak mengira bahwa Al Arqam akan memeluk agama Islam pada saat itu. 

Dalam Sirah Nabawiyyah disebutkan bahwa rumah ini menjadi tempat pertemuan para sahabat sejak tahun ke-5 kenabian Nabi Muhammad SAW. Dalam rumah ini, para sahabat belajar ajaran Islam, memperkuat iman mereka, dan menyusun strategi dakwah. Dalam periode ini, para sahabat memperoleh banyak pengalaman dalam memperkuat iman mereka, menghadapi berbagai rintangan dan tantangan, serta menyusun strategi dakwah yang tepat untuk menyebarkan ajaran Islam.

Setelah diizinkan untuk berdakwah secara terbuka oleh Nabi Muhammad SAW, para sahabat alumni Darul Arqam memainkan peran penting dalam menyebarkan ajaran Islam di Mekkah dan mengajak banyak orang untuk masuk Islam.

Meskipun Darul Arqam tidak lagi menjadi tempat pertemuan para sahabat setelah diizinkan untuk berdakwah secara terbuka, namun tempat tersebut tetap menjadi simbol penting dalam sejarah awal perkembangan Islam.

Posting Komentar

0 Komentar